Ketika sudah merasakan nikmat CintaNya, bagai orang kasmaran, mereka mencanduNya jangankan melihat, hanya mendengar namaNya bergetar hati mereka semuanya terasa indah asal dariNya ‘tanah liat rasa coklat’ begitu kata pepatah neraka mungkin tak mengapa kalau itu memang dapat merasakan CintaNya surga juga bukanlah tujuan utama, karena itu cuma sebagian dari wujud CintaNya Perkataan ikhlas berasal dari bahasa Arab dengan akar kata kh l sh, yang berarti ‘murni’, ‘suci’, ‘tidak bercampur’, ‘bebas’. Ikhlash (Arab) berarti ‘pengabdian yang tulus’ (sincere devotion), ‘ketulusan’, ‘kejujuran’. IKHLAS. dalam kamus bahasa Indonesia itu sinonim dari tanpa pamrih. Suatu pekerjaan atau kegiatan, yang kita kerjakan untuk orang lain tanpa kita mengharap imbalan apapun dari orang yang kita tolong. Sedangkan ikhlas menurut Islam adalah setiap kegiatan yang kita kerjakan semata-mata hanya karena mengharapkan Ridho Allah SWT….. Banyak arti dan definisi ikhlas dari tiap2 ahli bahasa yang jelas ikhlas itu yah sesuatu yang dilakukan tanpa meminta imbalan apapun. Dalam islam kata2 ikhlas sering kita dengar bahkan sering disebut,yang jelas senantiasala kita ikhlas dengan segala apa yang ada pada kita saat ini dan ikhlas kalau suatu saat Allah mengambil nya kembali. Banyak hal yang harus kita lakukan dengan ikhlas dalam hidup ini,sebagai muslim dan yang percaya akan kebesaran Allah tentu senantiasa bisa melakukan segala sesuatu dengan ikhlas. Dan disini ingin di sampaikan apakah kita sebagai hamba Allah sudah ikhlas ? kalau masih sering mengeluh dan menggerutu sepertinya belum bisa dikatakan ikhlas.Sesabar apapun kita tapi kalau masih sering merasa ada yang kurang dan ada yang mengganjal berarti ikhlas dalam diri kita belum ada. Saudara2 seiman,sebagai hamba Allah tentu kita ingin menjadi seseorang yang ikhlas dalam segala hal,dan bagaimana mencapai tingkat keikhlasan itu .Mencapai suatu tingkat keikhlasan bukan satu hal yang mudah karena semua ini dapat terjadi dimana tingkat ibadah kita sebagai makhluq kepada sang khaliq,penghambaan kita kepada sang khaliq. Biasa nya dalam ilmu tausawuf ikhlas adalah bagian terpenting dalam melaksanakan ibadah kiat sebagai makhluq Allah. Dimana apabila kita beribadah bukan hanya sekedar mengharap surga atau takut kepada neraka,tapi kita beribadah karena kita sadar kita hanya seorang hamba yang memohon ridha Allah dengan penuh keikhlasan semata.Karena ikhlas itu tanpa pamrih dan kita sebagai umat yang sudah mendapat nikmat luar biasa dari Allah sudah sewajar nya kita melakukan sesuatu itu dengan ikhlas dan kesadaran yang penuh. Mungkin kita semua pernah mendengar kisah Rabiatul adawiyah yang tingkat keikhlasan nya sduah mencapai tingakt tinggi,yang senantiasa berdoa kepada Allah dan salah satu doanya yang membuat hati ini bergetar yaitu : “Ya Allah bila aku beribadat ini karena menginginkan syurgaMu, maka jauhkanlah aku dari syurgaMU. Dan bila aku beribadat ini karena takut dengan nerakaMu, maka masukkanlah aku kedalam nerkaMu”.Sanggupkah kita melakukan seperti ini ? hanya Allah yang tau,insyaAllah kita mampu asal kita sadar bahwa kita hanya seorang hamba yang hanya pantas memohon kepada Allah. ikhlas merupakan suatu perkara yang sangat tinggi sampai-sampai pada hadits qudsi dikatakan: “ikhlas adalah salah satu rahasia-Ku dan akan Ku-buka pada hamba-hamba-Ku yang Ku-pilih” Selain itu satu-satunya kaum yang sudah terbebas dari godaan syethan adalah kelompok hamba yang ikhlas bukan lainnya(bukan islam, bukan mukmin dst .. hanya yang mukhlasin). Masalahnya bagaimana usaha kita supaya bisa mencapai derajat ikhlas dengan sebenarnya. Bukan sekedar nampak pada simbolisme ikhlas yang mungkin bisa sesaat terlihat pada diri seseorang. Bicara tentang ikhlas memang ada sisi menariknya Rasanya sulit menemukan perbuatan yang tidak ternoda oleh hal-hal selain demiAllah, terutama godaan riya’, ujub bahkan syirik. Ketika tangan ini memberikan shadaqah, di hati muncul godaan “biar diliat tetangga”. Ketika> mulut ini mengucapkan khotbah suci, di hati ada bisikan “biar dikata alim ulama”. Kalau tidak salah Rasullah saw. sendiri pernah mengomentari penyakit bagaikan semut hitam di atas batu hitam di tengah malam yang kelam. Yang pasti marilah kita mencoba mencapai tingkat keikhlasan dalam diri kita masing2 sudah dapat kita di katakan ikhlas ?sebab keikhlasan yang benar-benar tulus semata-mata karena Allah tersebutakan dicapai setelah kita mendapat hidayah_nya dan hal itu dilakukan karena rasa kecintaan kepada Nya.Dan apabila ada (seseorang) dalam proses mencari ridho-NYA ?? sehingga timbul kesadaran betapa besar ni’mat yang tak sanggup kita membalasnya melainkan hanya dengan keikhlasan kita dalam beribadah kepada-NYA ?? dan mungkinkah kadar keikhlasan yang berbeda satu sama lain itu tergantung tebal dan tipisnya iman seseorang ?? dapatkah dikatakan bahwa tingkat keikhlasan seseorang itu belum sempurna manakala yang bersangkutan belum pernah mengalami perjalanan ruhani (walaupun sangat ingin & telah berusaha), lalu kiat-kiat/ amalan-amalan apa yang harus dijalaninya agar seseorang dapat mencapai tingkat keikhlasan yang tinggi ?Senantiasalah kita melakukan segala sesuatu karena Allah semata dan karena kita hamba yang pantas bersyukur . Mungkin tingkatan Ikhlas dicapai sebanding dengan tingkat kecintaan dan keyakinan seseorang pada Alloh (yang tentu saja dicapai secara berat dan bertahap melalui perjalanan ruhani) ketika mereka sudah dapat merasakan (malah mungkin melihat dengan mata hatinya) bahwa betapa sungguh sangat besar nikmat, karunia, kasih sayang dan cinta Alloh pada dirinya dan semesta alam rasa dirinya akan mengatakan jangankan semua pahala ibadahnya untuk membayar tiket masuk surga, untuk membalas nikmat sepasang mata saja rasanya belum cukup Tak ada pahala yang setara untuk membayar nikmatNya, sehingga ibadah mereka hanyalah Ikhlas untuk semua CintaNya. Hanya ini yang bisa di sampaikan sebab penulis sendiri belum bisa dikatakan orang yang ikhlas seba masih ada rasa takut dan cemas serta harap,tapi insyaAllah mencoba menjadi ikhlas dalam hidup dan mencoba menjalani hidup dengan ikhlas,karena untuk mencapai tingkat tertinggi seperti ikhals nya seorang Rabiatuladawiyah rasanya bukan hal yang mudah sebab bagi penulis sendiri melakukan sesuatu sesuatu dan berdoa. Beribadah karena rasa Khauf (takut) pada Neraka dan berharap ridha Allah dan surga nya,ini salah satu motifasi dalam beribadah.Wallahualam.

Banyak hal kita melihat sekarang bahwa kejanggalan bagi diri kita maupun diri orang lain. Namun hal kita melihat orang begitu banyak beresikio…..Tapi aku akui banyak orang tidak jujur…. Jujur adalah suatu sifat atau sikap keseharian kita untuk mengatakan yang semsetinya atau yang sewajarnya yang telah terjadi pada hari itu juga….. Namun saya telah banyak belajar pada keadaan. Namun, sahabat saya jugalah yang telah memberikan kepada saya untuk berubah sifat saya….. Saya jujur untuk hal itu perlu proses, tapi saya akan berusaha untuk semaksimal mungkin untuk berubah…… Ya ALLAH SWT mudahkanlah jalan hamba ini mudahkanlah perjalanan hamba ini.

Sekian, banyak hal yang saya perlu perbaiki/benahi dari sifat saya. Saya tak bisa menutupinya karna saya sangat begitu mencintai gadis yang saja cintai…… Lain hal ini saya berusaha harus mendapatkan mendapatkan cinta seorang gadis itu….. Sekian hari,bulan,tahun saya menunggu jawaban dari seorang gadis itu ternyata sampai sekarang tidak dapat kabarnya…

Tapi, aku hanya bisa berdoa kepada Sang Khalik misalkan gadis tersebut benar jodoh saya maka jelan titik terangnya…… Tapi, jika gadis itu bukan jodoh saya maka butakanlah hati hamba itu gadis tersebut maka jauhkan pikiran saya tentang gadis itu…………..

gadis itu sangat alim,cantik lagi,sholeha….. Dia itu sosok gadis yang ku cari-cari……

Apakah hal itu akan terwujud???????

Alhmadulillah,segala puji bagi ALLAH SWT yang telah memberikan hamba untuk mencurhatkan segala cerita hamba. setelah sekian lama hamba menginginkan untuk ikut intermediate training atau yang lebih dikenal sama anak HMI(Himpunan Mahasisiwa Islam) adlah LK 2. Setelah banyak halang rintang akhir hamba jadi juga mengikuti LK 2 nya. Syukur Alhamdulillah, nilai hamba yang peroleh sangat baik……

Disamping itu hamba juga, menjalin hubungan dengan kader-kader HMIyang lain dari berbagai cabang yang ada lingkup se-Indonesia. Disamping yang itu juga, hamba banyak belajar supaya bisa untuk berpikir secara kritis. Namun, teman-teman hamba mengatakan bahwa hamba itu berpikir kritis didalam kamar saja. Tetapi, didalam forum tidak bisa berpikir kritis. Alasannya karena, ananda sangat takut adanya kesalahan dalam berpikir hamba. Namun hamba, dengan ini harus lebih bersemangat lai untuk hal itu.

Alhamdulillah hamba bisa berfoto dengan Salah satu Alumni HMI yaitu Kanda Akbar Tandjung Mantan Ketua Umum PB HMI. Dengan itu, dia memberikan banyak pelajaran yang berharga bagi hamba maupun teman-teman yang lainnya juga…….

Sekian curhatan hamba mudah-mudahan bisa bermanfaat

Yakin Usaha Smapai

Bahagia HMI

Posted: Februari 12, 2010 in Uncategorized

Sesungguhnya kita itu memiliki sifat yang begitu kritis. Tapi apakah sifat kritis itu bisa kita hindari?
Namun apa sebabnya kita itu memiliki sifat yang kritis? Perlu dipertanyakan kembali,……… (Yakusa)

100 langkah menuju kesempurnaan Iman

1.Bersyukur apabila mendapat nikmat miskin;

2. Sabar apabila mendapat kesulitan;

3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;

4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;

5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;

6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;

7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;

8. Jangan usil dengan kekayaan orang;

9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;

10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;

11. Jangan tamak kepada harta;

12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;

13. Jangan hancur karena kezaliman;

14. Jangan goyah karena fitnah;

15. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;

16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;

17. Jangan sakiti ayah dan ibu;

18. Jangan usir orang yang meminta-minta;

19. Jangan sakiti anak yatim;

20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;

21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;

22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);

23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;

24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;

25. Biasakan shalat malam;

26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;

27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;

28. Sayangi dan santuni fakir miskin;

29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;

30. Jangan marah berlebih-lebihan;

31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;

32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;

33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;

34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi.

35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;

36. Jangan percaya ramalan manusia;

37. Indahkan rumah dengan bacaan Al-Quran;

38. Hormatilah setiap orang;

39. Jangan terlampau takut kepada manusia;

40. Jangan sombong Bersihkan harta dari hak-hak orang lain;

41. Jangan ta kabur dan besar kepala;

42. Berlakulah adil dalam segala urusan;

43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;

44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;

45. Hiasi secukupnya;

46. Perbanyak silaturahmi;

47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;

48. Bicara jujur;

49. Beristri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;

50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;

51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;

52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;

53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;

54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak lebih;

56. Sering-sering bershalawat kepada nabi;

57. Cintai keluarga Nabi saw;

58. Jangan terlalu banyak hutang; berlebihan;

55. Hormatilah kepada guru dan ulama;

59. Jangan terlampau mudah berjanji;

60. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara.

61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna,

62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh;

63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;

64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;

65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;

66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi.

67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian;

68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;

69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;

70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.

71. Jangan melukai hati orang lain;

72. Jangan membiasakan berkata dusta;

73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;

74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab.

75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita.

77. Jangan membuka aib orang lain

78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita.

79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana.

80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan.

81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya.

82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara.

83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain.

8 84. jangan membuat orang lain menderita dan sengsara.

85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa.

86. Hargai prestasi dan pemberian orang.

87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan.

88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.

89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita.

90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu.

91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana.

92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita.

93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina.

94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya.

95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban.

96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;

97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri.

98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan, Jangan lari dari kenyataan kehidupan;

99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan.

100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.

Arti Cinta dalam Pandangan Islam

Posted: Januari 10, 2010 in Uncategorized

Kata pujangga cinta letaknya di hati. meskipun tersembunyi, namun getarannya nampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh.penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pencinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi Allah. Itulah para pencinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Cinta.. Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya mencintai Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada lagi tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.

Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencintai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang di berikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara,menyebrangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang di cintai. Tak munkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.

Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkan dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat suami yang istrinya di panggil menghadap illahi, sang suami tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, di saat Allah menarik secuil nikmat yang di curahkan-Nya.

Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semua dari seorang makhluk terhadap khaliknya. Padahal semuanya sudah di atur oleh Allah, rezeki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya di lelahkan oleh cint a dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah di tentukan oleh dirinya ketika di dunia, bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupaka salah satu penyebab do’anya tak terijabah.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.

Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang lelaki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum shalehah.

Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan.

Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang khalik, karena di sebabkan secuil musibah yang di timpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman.

Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan terbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.

Dan Allah tidak akan menyia-yiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah.

Menyikapi Permasalahan Film 2012

Posted: Desember 17, 2009 in Uncategorized

Mengapa banyak orang telah menganggap tahun 2012 akan terjadinya kiamat. Tapi kita selaku umat Nabi Muhammad SAW harus selalu bertawakal dan berikhtiyar untuk melakukan sesuatu. Maka hal itu adapun cara untuk berusaha tersebut adalah:

  1. Berdoa dengan Khusyuk.
  2. Beribadah dengan khusyuk.
  3. Tetap berpegang teguh kepada AL QUR’AN dan AL-HADIST.

Maka Hal itulah kita harus mempercayai Rukun Iman.
Lah sekarang ada yang bisa menyebutkan Rukun Iman Itu ada berapa?
kalau belum tahu  sudah biar aku ebutkan Rukun Iman itu ada 6 perkara:

  1. Iman kepada ALLAH SWT
  2. Iman kepada Malaikat Malaikat ALLAH SWT
  3. Iman kepada Kitab kitab ALLAH SWT
  4. Iman kepada Rasul Rasul ALLAH SWT
  5. Iman kepada Hari Kiamat
  6. Iman kepada Qada dan Qadar